Showing posts with label Garis pena. Show all posts
Showing posts with label Garis pena. Show all posts

Tuesday, May 29, 2012

Tanpa kata

Kulepaskan
sebilas rindu ini

Kutinggalkan
sisa harap
yang ada

Kutinggalkan
seberkas rasa

 Photobucket 


Tanpa kata

..selamat tinggal

Saturday, May 26, 2012

Rambling thought..tonite

Photobucket

Avoiding conflict is easier
than dealing with it

Faking to not care is easier
than facing the hurt because of caring too much

Sometimes it takes a lot of waking up
to know the reality is really real and not dreams any more

Choosing not to choose is easier
rather than deciding but knowing what ever you decide will come out wrong

There will always be a day that you just need to pause.
Now is my pause time

Being me is so happy.
But I need another me when "the now me" is not too happy

Jatuh itu sakit.
Tapi setiap ada kesakitan pasti ada obatnya

Seorang bijak berkata:
gak adil kalau hanya tau akhirnya aja tapi gak liat dan tau prosesnya

Mulut bisa membenarkan tindakan,
tapi cuman hati loe yg tau bener/ salah

Kalau kita mau belajar menghadapi ketakutan terbesar kita,
kita akan tau kalau ketakutan terbesar kita itu sebenarnya gak begitu menakutkan

Tuesday, May 8, 2012

Diam

Aku benci diam
karena ketika kita terdiam, hati kita penuh tanda tanya
tentang hati

Aku benci diam
karena berarti aku mengalah pada keadaan yang membuat kita
saling lupa

Aku benci diam
karena tinggal menunggu detik waktu untuk mengucap selamat tinggal

Aku benci diam
karena kita kembali menjadi aku dan kamu, terpisah

Aku benci diam


Photobucket

Tuesday, May 1, 2012

Menjingga langit
















Sebentar lagi langit mewarna jingga..
saatnya makhluk barat bumi menikmati birunya
dan merasakan dingin hujan yang akan bertandang

Karena malam menjelang..
langit pun kembali berselimut pekat tebal

menyisakan setetes rasa
membisikkan arti hati yang belum berujung

Kamu memilih
langit berjingga atau menebal hitam?

Mengartikan hati
seperti langit..

Berganti tapi tidak pergi




Makasih Hidayatul Fajri  untuk inspirasi sorenya :)

Wednesday, April 18, 2012

Di Multazam aku meminta




Allah,
dua bulan yang lalu aku meminta di depan Multazam..

Aku meminta
untuk satu hati yang kumau..

Aku meminta
untuk satu hati yang membuatku jatuh cinta..

Aku meminta
untuk satu hati yang akan meminangku..

Di Multazam,
aku berdoa..
untuk satu nama yang kupinta
Kau pertimbangkan, Allah

Hari ini aku ingin mendengar suara hatiku,
tanpa dililit emosi.

Aku mencoba mendengar apa yang Kau inginkan,
dan mengunci rapat inginnya egoku

Mungkin sudah tak mungkin,
tapi ijinkan aku mengulang pintaku, Allah..
dan memasrahkan hatiku untuk Kau letakkan
di hati yang Kau mau

Tuesday, April 3, 2012

QUIET

It's so quiet..
I can hear my heart beats

It's so quiet..
I can listen to what my brain is thinking

It's so quiet..
I can have conversation with Allah

So what if it's so quiet?

Maybe quiet means being alone..

For me, 
Alone can give me moment of peace

That I know,
People may leave, but Allah never does

Thursday, March 29, 2012

Obsesi?


"Kenapa?"

"Liat deh dia ngetweet ini lho," aku menyodorkan BBku ke sahabatku.

Sahabatku tak berkomentar apa-apa lagi, tapi pandangannya yang sedemikian rupa cukup membuatku ingin bertanya, "kenapa melihatku seperti itu?"

"Ternyata kamu masih ya."

"Maksudnya?"

"Iya, kamu masih terobsesi dengannya."

Aku marah! "Siapa bilang aku terobsesi??" sifat temperamenku mulai memuncak.

"Benar kan? Apa coba namanya kalau bukan TEROBSESI kalau tidak baca Timelinenya setiap sejam sekali?"

Aku mencoba berdalih, "aku hanya..."

Temanku memotong, "Iya, kamu hanya TEROBSESI."

"Aku hanya sayang sama dia."

"Kamu tahu, bukti sayang terbesar yang bisa kamu tunjukkan adalah dengan mencoba melepaskannya menjalani hidupnya sendiri, tanpa harus ada kamu dalam hidupnya." Temanku mencoba meluruskan kembali pemikiranku.

Cukup dengan satu kalimat temanku itu, membuatku terjaga.
Sadar selama ini aku terlalu banyak, terlalu sering mencoba memaksakanku diriku masuk dalam lingkungannya.
Ini membuatku ngeri, menyaksikan diriku sendiri menjadi orang yang sakit.
Aku tidak mau lagi seperti ini.
Aku akan keluar dari hidupnya, lingkungannya, dan aku tidak akan membaca TLnya lagi.

At least I try to..