Thursday, August 1, 2013

Team Woles

People say "don't judge a book by its cover."

Pertama kali memutuskan ikuta Allianz Virtual Run, dan diminta milih 1 orang Kapten...
yang ada bingung, karena gak kenal semuanya :D

I'm sorry to say, caraku milih 1 Kapten karena fotonya. Akhirnya Yaya milih Adeline Windy, masuk ke Teamnya:

Team Woles. I thought: cocoklaah sama gayaku lari: woles buanget :))

Jujur waktu itu ngiranya cuman lari aja masing-masing, ketemu di FB aja. No problemlaah.
Until one day sang Kapten memfollow back bahkan ngeDM di Twitter. Sumpah, langsung berasa penting...hihihi.
Trus sama Kapten Adhel diadd di WA Group, jadilah kenalan sama anak-anak Team Woles lainnya.

Sampaaaaiiii ada ide cerdas banget ngajak ketemuan. JREEEEEEENGGG.
You see, I have this one issue meeting new persons: takut mereka overexpectation sama aku.

GR, iya bangeeeet.
Dulu pernah punya pengalaman ketemu temen baru,
tapi pas abis ketemu dia langsung goodbye (tanpa I'm sorry) soalnya.


You know whaaat,
that first meeting wasn't a bad idea at all.

How's Adeline Windy in person?
orangnya humble bangeet.

Anak-anak Woles yang lain?
merekaaaa gila bangeet :))

Isi WA Group kita maah bukan ngomongin lari,
tapi udah OOT to the max.

Eh trus,
tadi dapat wejangan dari Adel gini:


Adeline Windy: Lari itu urusan individual. Asalnya dari diri sendiri. Bersama teman itu saling support.

Ive been there. Jelek atau bagus suatu race gak cuman ditentukan sama EO nya. Anak anak yg komen pasti ambil half dan full marathon. Saya ambil half marathon. I dont care kalau gak ada water station sekalipun. This is my Jakarta. And im happy being part of it.

Ga usah didengerin. Mereka compare dengan race di luar negeri, or dengan EO yg sudah ratusan kali bikin race. Yah ga bisalah

Yaya, jangan patah semangat. Cuek aja. Lari itu urusanmu dgn badan dan pikiranmu. Mau cepat, lambat, combine jalan lari or even jalan terus itu smua urusan seorang Yaya. Ga ada yg bisa ganggu gugat. Tiap orang punya kondisi masing2. Tiap orang spesial. Contohnya mas Yomi, dia bisa lari lbh cepat dr skrg, tapi kondisi jantung ga memungkinkan

Semua orang yg dia ajak lari dulu sekarang lbh cepat, lebih jauh. Trus apa mas yomi musti ikut mereka? No, jantungnya bs copot.beneran.

Saya yakin yang kayak gini pasti Yaya bisa lewatin. Kita semua segrup ini sangat support kamu. Even saya bisa konsisten lari saat ini karna ada Yaya

Saya sering kena. Pas adidas kotr tahun 2011. Saya ambil 5k. Seorang pelari wanita nyamperin and said, hah lo ikut yang 5k?

Ah bodo amat dalam hati saya. Gw lg treatment buat lower back kok biar bs lari sampe tua



Jadi the point issss...
udah sik gitu aja cuma mau cerita ituh :D





Monday, June 24, 2013

"The miracle isn't that I finished. The miracle is that I had the courage to start."

Mengutip Mbak Ligwina Hananto: "tujuan loe apa?"

Sejujurnya awal lari juga gak ada tujuan apa-apa, selain:
1. Kepo
2. Menyalurkan rasa "marah" sama seseorang

Hehehe..
alasan lari yang cukup aneh sebenarnya.

FYI, sebelumnya malah Yaya kan gak pernah olahraga apa-apa selain jalan pagi.

Alasan KEPO itulah yang membawa Yaya ikut Lomba Lari 5K pertamaku







Kenapa dibilang Lomba Lari 5K pertamaku? karena InsyaAllah bakal ikut lomba-lomba lari berikutnya...
hehehee, saya ketagihaaaaaaaan. Tapi ada satu yang belum bisa Yaya lakukan dari sekarang, tepatnya belum berani siiih.

Belum berani ikut Sunday Morning Runnya anak-anak Bintaro. Padahal it looks so fun,
cuman takut gak bisa catch up sama mereka aja.

Gak kerasa hampir sebulan lebih lari, rasanya ituuuu...
MAAAAN, I'M INTOXICATED :D

Beneran deh, lari itu penyaluran emosi yang enak banget..
cuman perlu hati-hati yaa karena olahraga ini juga rentan cedera kalau gak dilakukan dengan benar.

Untungnyaa, Yaya belajar banyak dari teman-teman Indo Runners dan para running buddyku :)

 Sama Irene Maharani



Sama Adhitya Herdiono


Percayaaaa gaaaak, mereka berdua ini kenalnya via Twitter (Social Media) lhooo. Hmmm mungkin karena hobi yang sama kita bisa connected. Wait, hobi yang sama???



Sebenarnyaaaaa....
lebih ke "mereka yang ngomporin saya ke hobi merek" siih :p




John Bingham said:
"The miracle isn't that I finished. The miracle is that I had the courage to start."